Leader%20board%20970%20x%2090%20px%20(3)
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Hukum & HAM

Sadis, Kesaksian Sipir Cebongan Saat Didatangi Kopasus

Pengakuan itu ia ungkapkan saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk berkas tiga terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Kopral Satu Kodik, dalam persidangan di Pengadilan Militer (Dilmil) II/11 Yogyakarta.

Rabu, 3 Juli 2013 21:35 mrh I hrm|
Sadis, Kesaksian Sipir Cebongan Saat Didatangi Kopasus
Para sipir yang memberikan kesaksian
Sleman, POL

SIDANG lanjutan kasus penembakan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan kembali digelar, Rabu (3/7/13) hari ini.  Agenda sidang adalah mendengarkan kesaksian dari petugas Lapas Cebongan Sleman.

Wakil Komandan Jaga Lapas Cebongan Sleman Yogyakarta, Widyatmana yang dihadirkan menjadi saksi. Ia mengaku dipaksa menunjukkan CCTV (kamera pengintai) dan kunci kamar tahanan oleh para oknum anggota Kopassus yang melakukan penyerbuan 23 Maret lalu.

Pengakuan itu ia ungkapkan saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk berkas tiga terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Kopral Satu Kodik, dalam persidangan di Pengadilan Militer (Dilmil) II/11 Yogyakarta.

Widyatmana mengungkapkan, saat sejumlah pelaku masuk ke dalam ruang portir, seluruh sipir Lapas disuruh tiarap. "Saya disuruh tiarap, mungkin karena kurang sempurna, kepala saya diinjak dan gigi saya rusak terkena lantai," ujarnya.

Benturan dengan lantai itu membuat mulutnya berdarah. Beberapa pelaku penyerangan kemudian memintanya menunjukkan letak CCTV.  Karena dibawah paksaan, ia pun menunjukkan letak CCTV yang ada di portir. Pelaku penyerangan langsung merusak CCTV hingga jatuh ke lantai.

Tak sampai disitu, ia masih dipaksa untuk menunjukkan lokasi CCTV lainnya yang ada di sekitar ruang Kalapas. CCTV itu juga kembali dirusak oleh para pelaku. "Saat itu saya masih berpikir kalau pelaku adalah dari Polda seperti pengakuan sebelumnya," tuturnya.

Ia bersama pelaku kemudian turun ke ruang portir untuk mengambil kunci. Pelaku terus meminta kunci Blok A, kamar Dicky Cs, korban penembakan ditahan. Karena gugup, ia keliru membuka kotak kunci staf. Sebab, ada dua kotak kunci yaitu kotak kunci staf dan kotak kunci blok.

"Saya kemudian memecahkan kaca kotak kunci blok dengan tangan saya. Karena saya takut tangan saya terluka (kena pecahan kaca), maka saya minta pelaku untuk mengambilnya sendiri. Tapi saya malah langsung dipopor pelaku," ujarnya.

Darah yang terus keluar dari mulutnya, membuat kepala pusing. Widyatmana kemudian menyerahkan kunci tersebut pada Edi Prasetyo (kepala pos jaga). Takut, ia lalu tiarap dengan kondisi setengah sadar. "Setelah itu saya bangun ditolong oleh Nugroho, tapi saat itu semua pelaku sudah pergi," katanya.

Dibaca 411 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Hukum & HAM
Datangi Kejagung, Kader SBY Pertanyakan Kasus Century

Datangi Kejagung, Kader SBY Pertanyakan Kasus Century

Bambang Soesatyo dianggap sebagai biang masalah dan penyebar kabat bohong. Desak Kejagung proses politisi Golkar itu.